mama77
LIVETidak. Orang dewasa tak harus selalu menjadi sutradara permainan. Saat anak menentukan apa yang ingin dilakukan, mengikuti arah itu sejenak bisa menjadi cara untuk memperhatikan minatnya dan memulai percakapan dari hal yang sedang ia lakukan. Sesekali mengambil alih arah juga tetap wajar; yang penting, arahan orang dewasa bukan satu-satunya jalan dalam bermain.
Minat anak bisa menjadi titik mula
Dalam perkembangan kognitif, anak digambarkan memiliki rasa ingin tahu dan menafsirkan lingkungannya sendiri. Cara mereka menafsirkan lingkungan berkaitan dengan keadaan di sekitarnya dan tingkat perkembangan kognitifnya [1]. Karena itu, pilihan permainan dapat menjadi titik awal untuk memperhatikan apa yang sedang menarik perhatian anak—tanpa buru-buru menyimpulkan alasannya.
Jika anak memilih benda tertentu, mengulang gerakan, atau mengubah aturan permainan, orang dewasa bisa mengikuti dulu sebelum menawarkan arah baru. Mengikuti bukan berarti harus meniru setiap tindakan. Cukup amati, beri respons, dan lihat apakah anak ingin melanjutkan dengan cara yang sama atau membawa permainan ke hal lain.
Respons membantu menentukan langkah berikutnya
Misalnya, dalam ilustrasi permainan menyusun balok, anak menumpuk beberapa balok lalu merobohkannya. Orang dewasa bisa ikut menumpuk, menyebut apa yang terlihat, atau bertanya, "Mau dibuat apa setelah ini?" Setelah itu, beri waktu untuk menanggapi. Anak mungkin menjawab, melanjutkan permainan, mengubahnya, atau tidak merespons dengan kata-kata.
Respons tersebut bisa menjadi petunjuk untuk menyesuaikan diri: lanjutkan jika anak masih tertarik, atau kurangi pertanyaan jika ia sedang asyik bermain sendiri. Tujuannya bukan menebak isi pikirannya dengan tepat, melainkan membuka kesempatan untuk bermain dan berkomunikasi tanpa membuat anak harus mengikuti skenario orang dewasa.
Percakapan tak harus berbentuk kuis
Perkembangan bahasa anak berlangsung dalam lingkungan sekitar, terutama keluarga. Sumber juga menjelaskan bahwa bayi memperhatikan wajah orang dewasa dan dapat merespons sebelum menggunakan bahasa [1]. Dalam permainan, percakapan karena itu tak harus selalu berupa pertanyaan. Orang dewasa dapat menyebut tindakan yang sedang berlangsung—"Mobilnya berhenti di jembatan"—lalu memberi jeda.
Jeda memberi ruang bagi anak untuk menanggapi dengan kata, gerakan, atau perubahan dalam permainan. Jika anak tidak menjawab, orang dewasa bisa tetap mengikuti kegiatannya tanpa menjadikan setiap momen sebagai latihan atau tes. Percakapan dapat berjalan beriringan dengan permainan, bukan mengarahkannya terus-menerus.
Kapan orang dewasa perlu mengambil arah?
Mengikuti minat anak bukan berarti orang dewasa harus mengiyakan semua hal. Orang dewasa tetap dapat menetapkan batas, membantu saat diminta, atau menentukan kapan kegiatan perlu dihentikan. Di dalam batas tersebut, pilihan kecil bisa tetap diberikan, misalnya meminta anak memilih balok mana yang akan dibereskan lebih dulu.
Giliran memimpin boleh berpindah. Anak dapat memulai dengan pilihannya; orang dewasa merespons, lalu menawarkan arah ketika memang diperlukan. Dengan begitu, minat anak menjadi pintu masuk untuk mengeksplorasi gagasan dan bertukar respons—bukan jaminan bahwa setiap permainan menghasilkan pembelajaran tertentu.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Perkembangan anak. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29196371&title=Perkembangan_anak (diakses 2026-10-03).